Rahmat, SH: Industri Asing Jangan Mematikan Industri Kecil

Redaksi   |   Ekonomi Dan Bisnis  |   Sabtu, 20 Oktober 2018 - 17:06:06 WIB   |  dibaca: 197 kali
Rahmat, SH: Industri Asing Jangan Mematikan Industri Kecil

MahesaMediaCenter.id - Ketua Umum Pengusaha Berkarya, Rahmat SH prihatin atas nasib PT Sariwangi AEA. Perusahaan yang melahirkan teh Sari Wangi dinyatakan bangkrut oleh pengadilan niaga Jakarta Pusat pada Selasa 16 Oktober 2018.

Perusahaan yang didirikan oleh Johan Alexander Supit pada tahun 1962 ini terlilit hutang lebih dari satu trilyun rupiah. 

"Kasihan keluarga Supit dan para karyawan WNI," ujar Rahmat kepada media, Sabtu (20/10/2018).

Seperti diketahui, pada tahun 1989, brand Sari Wangi sudah dibeli oleh Unilever. Meski PT Sari Wangi tetap memproduksi dan mensuplai teh Sari Wangi ke Unilever namun brand Sari Wangi sudah menjadi milik Unilever.

19 tahun kemudian, tepatnya awal tahun 2018, Unilever memutuskan kontrak dengan PT Sari Wangi AEA untuk mensuplai teh Sari Wangi ke Unilever.

"Tindakan itu masuk kategori bedrog atau persaingan curang dalam UU Pidana serta wajib diperiksa KPPU juga," tegas caleg DPR RI Dapil II Sumatera Selatan ini.

Untuk itu Rahmat berharap pemerintah turun tangan, dengan mengambil kebijakan tepat sasaran agar perkembangan industri kecil ini untuk kemajuan bangsa dan negara, untuk rakyat Indonesia.

Harus ada regulasi yang mengatur keberadaan industri asing untuk melindungi ekonomi nasional. Agar tidak ada lagi industri asing yang mematikan industri dalam negeri

"Terutama perlindungan Industri Kecil oleh Menteri Perindustrian dan Pengawasan Industri Asing oleh Kepala BKPM," cetusnya.

Sebelumnya,  PT Unilerver Indonesia pada Kamis (18/10/2018),  menjelaskan bahwa Unilever merupakan pemilik resmi produk teh merek Sariwangi.

Merek tersebut juga tidak mengalami pailit, seperti kabar yang beredar.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Unilever Indonesia, bahwa PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dan PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (MPISW) tak berhubungan dengan Unilever.

SAEA dan MPISW tak bekerja sama dengan Unilever, tak pula anak perusahaan Unilever.

Memang, dulu SAEA dan Unilever sempat bekerja sama sebagai rekanan usaha tetapi kini tak ada kaitan apa pun antara Unilever dan SAEA.

Berikut cuitan Unilever Indonesia:

Berkaitan dengan berita yang beredar mengenai salah satu brand kami yaitu SariWangi, Unilever sebagai pemilik brand ingin menyampaikan:

Unilever tetap memproduksi SariWangi, sehingga masyarakat Indonesia tetap bisa menikmati teh SariWangi.

Profil Redaksi

Redaksi

Mahesa Media Center adalah sebuah media online yang mengakomodir dari media-media online yang ada dibawah pengelolaan Mahesa Media Center.

Mahesa Media Center Menginspirasi Berita yang Terpercaya di Jagad Dunia Maya ini.

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar By Facebook