Menpora Imam Nahrawi Disebut Menteri Pembohong (Hoax)

Redaksi   |   Nasional  |   Senin, 18 Februari 2019 - 08:42:50 WIB   |  dibaca: 118 kali
Menpora Imam Nahrawi Disebut Menteri Pembohong (Hoax)

MahesaMediaCenter.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi disebut Menteri Pembohong (Menteri Hoax) oleh Serikat Pekerja. Pasalnya Deklarasi Anti Hoax dan Ujaran Kebencian yang diadakan Serikat Pekerja KSPSI, yang sedianya diadakan bersama Menpora, namun pada saat acara mau dibuka, tiba-tiba membatalkan kehadirannya, tanpa alasan.

“Imam Nahrawi, tidak layak menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, karena seharusnya memberi contoh sportivitas, bukan menebar kebohongan (Hoax). Kami menyebut Imam Nahrawi sebagai Menteri Hoax (Menteri Pembohong,” tegas Ketua DPD KSPSI Propinsi Banten, Dedi Sudarajat kepada media di Puncak, Cisarua, Bogor kepada media.

Secara kronologis disebutkan, dalam rangkaian HUT ke-46 dan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo), Komite Sosial KSPSI menyelenggarakan Deklarasi Anti Hoax dan Gerak Jalan Tea Walk di Kebun Teh Agro Wisata, Minggu, 17 Pebruari 2019. Imam Nahrawi memastikan akan hadir. 

Paniti sudah melakukan koordinasi dengan protokol dan memastikan Menpora akan hadir. Hingga jam 7 pagi disebutkan kehadiran Menpora masih on schedule. Sebagai bentuk keseriusan bahwa Menpora juga mendukung Deklarasi Anti Hoax tersebut, sejumlah Deputy juga disebutkan ikut mendampingi.

“ Tapi saat mau pelaksanaan Deklarasi Anti Hoax dan Ujaran Kebencian, Imam Nahrawi melalui protokol tiba-tiba membatalkan tanpa alasan yang jelas. Deputy Kebudayaan dan Olahraga, Raden Isnanta yang hadir juga tidak tau jika Menpora tidak hadir,” jelas Dedi Sudarajat yang juga Ketua Sepak (Serikat Pekerja Anti Korupsi) itu.

Melihat prilaku Imam Nahrawi itu, Serikat Pekerja KSPSI menilai pria tersebut tidak layak menjadi Menpora. Lebih tepat dia disebut “Menteri Hoax” (Menteri Pembohong). Merasa kecewa DPD KSPSI Propinsi Banten merobek-robek foto Imam Nahrawi di spanduk-spanduk yang terpasang dilokasi.

Organisasi Serikat Pekerja tertua yang didirikan tahun 1973 dengan anggota kurang lebih 7 juta itu, merasa telah dilecehkan oleh Imam Nahrawi. Karena itu organisasi pekerja yang mendukung pasangan Jokowi-Amin dua periode itu akan melakukan aksi lanjutan.

“Kami tidak gila hormat. Jika Imam Nahrawi sejak awal memang tidak berkenan hadir, bagi kami tidak masalah. Tentu kami akan mencari dukungan dari pihak lain. Tapi Menpora sudah memastikan, namun pada saat pelaksanaan tidak hadir tanpa alasan. Itu bagi kami seperti penghinaan,” tegas Dedi Sudarajat.

Meski Menpora, Iman Nahrawi tidak hadir namun Deklarasi Anti Hoax dan Ujaran Kebencian tetap berjalan dipandu oleh Wakil Ketua Umum KSPSI, HM. Jusuf Rizal yang sekaligus Ketua Komite Sosial KSPSI. Deklarasi Anti Hoax dan Ujaran Kebencian dibacakan Gatot Subroto, pengurus DPP  KSPSI.

Profil Redaksi

Redaksi

Mahesa Media Center adalah sebuah media online yang mengakomodir dari media-media online yang ada dibawah pengelolaan Mahesa Media Center.

Mahesa Media Center Menginspirasi Berita yang Terpercaya di Jagad Dunia Maya ini.

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar By Facebook