Yoridho Sinuraya : Kesuksesan Berawal Dari Mimpi

Redaksi   |   Megapolitan  |   Selasa, 05 Maret 2019 - 10:16:00 WIB   |  dibaca: 140 kali
Yoridho Sinuraya : Kesuksesan Berawal Dari Mimpi

MahesaMediaCenter.id - Melihat orang lain sukses dalam menjalankan bisnisnya, kita ingin juga sukses seperti mereka. Melihat seorang artis yang sedang naik daun dengan tarif yang tinggi. Terbersit juga keinginan menjadi artis seperti mereka. Di saat masuk toko buku, kita melihat bagi pojok buku yang isinya best seller, terbersit keinginan untuk menjadi pengarang buku yang mampu meraih best seller.

“Apakah keinginan untuk menjadi sukses seperti orang lain ini yang disebut dengan impian? Bukan, hal tersebut belum bisa dikategorikan sebagai impian, itu baru sekedar hasrat untuk menjadi sukses seperti orang lain,” ujar M. Yoridho Ambiya Sinuraya, politisi muda Partai Berkarya mengutip bukunya bertema “Langkah Kakiku Setelah SMA”.

Impian, paparnya, adalah keinginan untuk untuk menjadi sesuatu, atau meraih sesuatu dan berikhtiar sungguh-sungguh untuk mencapainya dengan cara mempersiapkan segala sesuatunya untuk mencapai keinginan tersebut. Misalnya sebagai siswa SMA, impian anda adalah ingin kuliah jurusan psikologi di salah satu perguruan negeri terkenal di Indonesia dan menjadi psikolog ternama.

Maka dengan sendirinya anda akan mempersiapkan diri untuk dapat diterima pada jurusan psikologi pada perguruan tinggi dimaksud. Caranya adalah dengan belajar sungguh-sungguh dan mencari tahu bagaimana caranya supaya bisa lulus dalam seleksi masuk perguruan tinggi dengan jurusan psikologi. Keinginan untuk untuk dapat kuliah psikologi pada perguruan negeri terkenal dan keinginan untuk menjadi psikolog terkenal tersebut yang disebut dengan impian.

“Karena anda sudah mulai mempersiapkan diri untuk mencapai keinginan tersebut. Coba bandingkan dengan hasrat menjadi pengusaha sukses, atau menjadi artis karena pengaruh orang lain, tetapi tidak dipersiapkan sama sekali. Jelas hasrat seperti itu sangat berbeda dengan suatu impian,” kata Bang Yori, sapaan akrabnya.

Dia menambahkan, ada juga orang yang takut bermimpi, karena mereka takut gagal meraih mimpinya. Atau mungkin juga takut mimpinya diketahui orang lain sehingga menjadi bahan tertawaan. Jadi bahan bullying teman-temannya di sekolah. Padahal belum tentu juga mimpi itu gagal, belum tentunya juga menjadi bahan bullying bagi teman-teman. Kekhawatiran tersebut membuat kita tidak berani untuk melangkah lebih jauh untuk meraih sukses.

Banyak orang sukses yang berawal dari dari mimpi, misalnya Wrigh bersaudara yang bermimpi untuk bisa terbang, kemudian dia menciptakan pesawat terbang dengan proses jatuh bangun, mengalami kegagalan demi kegagalan.

“Ataupun misalnya BJ. Habibie yang punya mimpi Indonesia mampu merakit pesawat terbang dan lain sebagainya,” terang Caleg DPRD DKU Jakarta Dapil 4 (Matraman, Pulogadung, Cakung) nomor urut 10 ini.

Yoridho mengingatkan, mulailah bermimpi, apapun mimpinya rasionalkan. Dan sebaiknya bermimpilah sesusai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Dari mimpi tersebut kemudian persiapkan langkah-langkah konkret untuk mencapainya.

Jika bermimpi menjadi penulis terkenal dan bukunya menjadi best seller, maka anda harus mempersiapkan langkah-langkah untuk menjadi seorang penulis yang handal. “Dari sekarang anda sudah mencari tahu bagaimana caranya menjadi seorang penulis yang hebat,” kata Direktur Utama PT Al Kadinan dan Direktur Utama PT Rejang Aman Noor.

Untuk menjadi penulis terkenal, ujarnya, kemampuan dasar yang harus dimiliki adalah punya keinginan yang kuat untuk menulis dan membaca. Membaca untuk memperkaya wawasan tentang substansi yang akan ditulis. Sangat jarang sekali ditemukan seseorang bisa menjadi penulis yang handal tetapi malas untuk membaca.

Kemudian langkah selanjutnya melatih diri untuk menuangkan apa yang ada dalam pikiran menjadi tulisan. Terus menulis dan menulis jangan berhenti. Lakukan aktivitas menulis sebagai suatu rutinitas yang wajib dilakukan setiap hari.

“Lama kelamaan anda akan mempunyai habbit yang kuat untuk menulis sehingga menjadi kebutuhan,” imbuh penerima pin scuba dari Angkatan Laut itu.

Untuk memperhalus tulisan, terangnya,  lakukan proses evaluasi dengan cara learning by doing (belajar sambil bekerja). Apa yang sudah dibuat dievaluasi lagi, baik secara individu ataupun meminta masukan kepada orang-orang yang memahami substansi tersebut dan orang yang memahami mempergunakan bahasa yang baik dalam menulis. Dengan adanya proses evaluasi ini diharapkan semakin lama tulisan anda akan semakin baik.

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh seorang calon penulis adalah masalah konsistensi dalam menulis. Rata-rata kita mempunyai syahwat yang kuat pada tahap perencanaan atau pada tahap permulaan, tetapi lama kelamaan syahwat itu semakin memudar dan akhirnya berhenti di tengah jalan.

“Oleh karena itu sangat dibutuhkan konsistensi dalam menulis dengan membangun keyakinan yang kuat bahwa suatu saat anda akan menjadi penulis yang terkenal,” kata Lulusan S1 London School, Jerman Studkol Kothen dan Singapura NYU itu.

Jadi, Yoridho menambahkan, untuk meraih impin tersebut ada proses yang harus dilakukan, tahap demi tahap dengan upaya yang sungguh-sungguh maka semakin membuka peluang impian tersebut akan diraih. ***

Profil Redaksi

Redaksi

Mahesa Media Center adalah sebuah media online yang mengakomodir dari media-media online yang ada dibawah pengelolaan Mahesa Media Center.

Mahesa Media Center Menginspirasi Berita yang Terpercaya di Jagad Dunia Maya ini.

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar By Facebook